You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Klarifikasi sumbangan 17an karangtaruna nur2
photo Nurito - Beritajakarta.id

Lurah Kalisari Beri Klarifikasi Permintaan Sumbangan 17-an Karang Taruna

Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah memberikan klarifikasi terkait viralnya permintaan sumbangan untuk kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dilakukan Karang Taruna (Katar) setempat.

"Terjadi kelalaian dalam penulisan"

Siti memastikan, permintaan sumbangan yang dilakukan oknum anggota Karang Taruna itu terjadi akibat kesalahpahaman dalam penulisan nominal.

10 Warga Petojo Utara Diajarkan Meracik Kopi

"Sudah diklarifikasi kemarin dan pihak Karang Taruna mengakui terjadi kelalaian dalam penulisan angka. Masalah ini sudah selesai," Selasa (28/7).

Siti menjelaskan, klarifikasi dilakukan melalui pertemuan yang digelar pada Senin (27/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Pertemuan tersebut dihadiri pengurus Karang Taruna, Ketua RW 11, Bimaspol, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Kasi Pemerintahan, serta pemilik warung kopi.

"Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan tidak memperpanjang persoalan yang telah terjadi," terangnya.

Menurut, angka Rp 15 juta yang tercantum dalam surat permintaan sumbangan tersebut bukan merupakan nominal yang diminta kepada pemilik warung kopi. 

"Angka sebesar Rp 15 juta itu adalah untuk kebutuhan keseluruhan kegiatan peringatan HUT RI, bukan meminta seluruhnya kepada warung kopi di Jalan Manunggal RW 11 sebagaimana diviralkan," ungkapnya.

Siti menyayangkan adanya ketidaktelitian dalam penulisan nominal pada surat tersebut. Ia sudah mengingatkan agar pengurus Karang Taruna dapat menyampaikan maksud dan tujuan permintaan sumbangan secara langsung kepada pemilik usaha atau pihak yang dituju.

Penyampaian secara langsung dan dilengkapi proposal kegiatan penting dilakukan agar pihak yang dimintai bantuan memahami konteks serta tujuan penggalangan dana.

"Anggota Karang Taruna seharusnya datang langsung dan menyampaikan kepada pemilik warung kopi maksud dan tujuannya. Jangan hanya menitipkan kepada anak buah karena dapat menimbulkan salah paham. Kemudian, harus dilampirkan proposal agar pihak yang dituju mengetahuinya," imbuhnya.

Siti juga menyayangkan persoalan tersebut langsung diunggah ke media sosial hingga akhirnya menjadi viral dan menimbulkan sentimen negatif di masyarakat.

Ia menyampaikan, sebelum mengunggah persoalan tersebut ke media sosial, pemilik warung kopi sebaiknya dapat terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pengurus RT dan RW setempat untuk memastikan informasi mengenai permintaan sumbangan tersebut.

Siti berharap, kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia mengingatkan agar kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak harus diselenggarakan secara berlebihan atau besar-besaran.

"Terpenting kegiatan digelar secara sederhana, tetapi khidmat dan esensinya tetap tepat, yaitu untuk menghormati para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa ini," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye1797 personDessy Suciati
  2. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye1426 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

    access_time27-07-2026 remove_red_eye1376 personTiyo Surya Sakti
  4. SEA V Cup 2026 Resmi Bergulir, Jakarta Jadi Panggung Voli Asia Tenggara

    access_time23-07-2026 remove_red_eye917 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pramono Bela Satpam Tegur Pengemudi Alphard di HI

    access_time24-07-2026 remove_red_eye883 personDessy Suciati